Penguatan Struktur Organisai
Dalam Mewujudkan Visi dan Misi
PT HM Sampoerna Tbk
1.1.
Latar Belakang
Manajemen
adalah proses dari kegiatan seorang manajer bagaimana mengambil keputusan yang
terbaik melalui kerjasama dengan orang
lain tanpa mengabaikan sumber-sumber yang tersedia untuk pencapaian tujuan. Bagi
setiap perusahaan fungsi-fungsi manajemen sangat penting untuk diterapkan.
Fungsi-fungsi tersebut tidak bisa berjalan jika hanya diterapkan salah satu
saja. Karena fungsi-fungsi tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain.
Beberapa jenis fungsi manajemen tersebut ialah POAC (Planning, Organizing, Actuating,
Controlling). Organizing sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan. Walaupun sebuah
perusahaan sudah mempunyai planning yang sangat baik, tetapi jika tidak ada
tenaga kerja yang melaksanakannya, maka planning tersebut akan tetap menjadi
sebuah rencana yang tidak tercapai.
Perusahaan
mempunyai struktur organisasinya masing-masing sesuai dengan kebijakan
perusahaan tersebut. Biasanya struktur organisasi berbentuk diagram yang akan
mempermudah para pegawai untuk mengetahui dan memahami struktur organisasi
tersebut. Dengan adanya struktur organisasi ini, setiap orang dalam organisasi dapat
lebih mengetahui bagian-bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap struktur
organisasi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hal inilah yang harus
diantisipasi oleh setiap perusahaan supaya produktivitasnya tetap optimal.
PT HM Sampoerna
PT HM Sampoerna Tbk atau PT Hanjaya
Mandala Sampoerna adalah perusahaan rokok terbesar di Indonesia.
Kantor pusatnya berada di Surabaya, Jawa Timur.
Perusahaan ini sebelumnya merupakan perusahaan yang dimiliki keluarga Sampoerna,
namun sejak Mei 2005 kepemilikan mayoritasnya berpindah tangan ke Philip Morris International, perusahaan
rokok terbesar di dunia dari Amerika Serikat, mengakhiri tradisi keluarga yang melebihi 90 tahun.
1.2.
Landasan Teori
Struktur
organisasi dapat diartikan sebagai serangkaian hubungan diantara bidang-bidang kerja
maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, wewenang dan tanggung jawab
masing-masing dalam suatu kelompok. Performance atau kinerja mempunyai arti
sebagai suatu hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan
tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya dalam
rangka mencapai tujuan organisasi.
Struktur
organisasi di masing-masing perusahaan berbeda-beda. Gibson et al.(1996:233)
menyatakan, ”Struktur organisasi sama dengan anatomi organisme hidup, berperan
sebagai kerangka kerja yang di dalamnya aktivitas dinamis dan cara orang
melaksanakan kerja berlangsung”.
Perbedaan
struktur tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain strategi yang
merupakan sarana dalam mencapai tujuan perusahaan, ukuran yang dilihat dari
jumlah orang dalam organisasi tersebut, teknologi organisasi yang merupakan
dasar dari subsistem produksi, termasuk proses dalam mengubah input organisasi
menjadi output, dan lingkungan yang mencakup setiap elemen di luar lingkup
organisasi, seperti industri, pemerintah, pelanggan, pemasok, dan komunitas
finansial.
Berdasarkan
strukturnya, bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
1.
Organisasi
garis
Organisasi
garis merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. Organisasi
dengan jumlah karyawan sedikit dan pemiliknya merupakan pimpinan tertinggi di dalam
perusahaan/organisasi yang mempunyai hubungan langsung dengan bawahannya. Di
sini setiap bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang pemimipin serta
pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertical ke bawah dengan
pendelegasian yang tegas, melalui jenjang hirarki yang ada.
Kebaikan-kebaikan
organisasi garis :
a.
Bentuk
organisasi sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan.
b.
Pembagian
tugas serta tanggung jawab dan kekuasaan cukup jelas.
c. Adanya
kesatuan dalam perintah dan pelaksanaan sehingga mempermudah pemeliharaan disiplin
dan bertanggung jawab.
d.
Pengambilan
keputusan dapat dilaksanakan secara cepat karena komunikasi cukup mudah.
Sedangkan
kekurangan-kekurangannya adalah :
a.
Bentuk
organisasi tidak fleksibel.
b.
Kemungkinan
pemimpin untuk bertindak otokratis besar.
c.
Ketergantungan
pada seseorang cukup besar sehingga mudah terjadi kekacauan bila seseorang
didalam garis organisasi “hilang”.
2.
Organisasi
garis dan staf
Dalam
organisasi ini ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan
organisasi itu, yaitu :
a.
Orang
yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang
digambarkan dengan garis atau lini.
b. Orang
yang melakukan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini
berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran kepada unit operasional. Orang-orang
tersebut disebut staf.
Di dalam organisasi garis dan staf :
1.
Terdapat
spesialisasi yang beraneka ragam yang dipergunakan secara maksimal.
2.
Dalam
melaksakan pekerjaannya, anggota atau lini dapat menerima pengarahan serta informasi
dari staf.
3.
Pengarahan
yang diberikan staf dapat dijadikan pedoman bagi pelaksana.
4.
Staf
mempunyai pengaruh yang besar dalam pelaksanaan pekerjaan.
3.
Organisasi
fungsional
Organisasi
dengan bentuk ini merupakan suatu organisasi yang berdasarkan pembagian
tugasnya serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh
pejabat-pejabatnya. Organisasi ini tidak terlalu menekan hilarki sturtural,
tetepai lebih pada sifat dan pungsi yang perlu dijalankan.
4.
Organisasi
komite/panitia : pendapat dari sekumpulan orang biasanya akan lebih baik dari
pada hasil pemikiran satu orang. Cara yang terbaik untuk menimbulkan kerja sama
dari kelompok orang adalah dengan membentuk satu kelompok tetap yang disebut
komite.
1.3.
Profil Perusahaan
Sejarah
dan keberhasilan PT HM Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) tidak terpisahkan dari
sejarah keluarga Sampoerna sebagai pendirinya. Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee,
seorang imigran asal Cina, mulai membuat dan menjual rokok kretek linting
tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya tersebut
merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan rokok
kretek maupun rokok putih.
Popularitas
rokok kretek tumbuh dengan pesat. Pada awal 1930-an, Liem Seeng Tee mengganti
nama keluarga sekaligus nama perusahaannya menjadi Sampoerna, yang berarti
”kesempurnaan”.
Bangunan
tersebut kemudian juga dijadikan tempat tinggal keluarganya, dan hingga kini,
bangunan yang dikenal sebagai Taman Sampoerna tersebut masih memproduksi kretek
linting tangan. Bangunan tersebut kini juga meliputi sebuah museum yang
mencatat sejarah keluarga Sampoerna dan usahanya, serta merupakan salah satu
tujuan wisata utama di Surabaya.
Generasi
ketiga keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi perusahaan
pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, Sampoerna berkembang pesat dan menjadi
perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa
investasi dan ekspansi.
1.3.1. Visi Dan Misi PT
HM Sampoerna Tbk
Visi PT
HM Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) terkandung dalam “Falsafah Tiga Tangan”.
Falsafah tersebut mengambil gambaran mengenai lingkungan usaha dan peranan
Sampoerna di dalamnya. Masing-masing dari ketiga ”Tangan”, yang mewakili
perokok dewasa, karyawan dan mitra bisnis, serta masyarakat luas, merupakan
pihak yang harus dirangkul oleh Sampoerna untuk meraih visi menjadi perusahaan
paling terkemuka di Indonesia.
Sampoerna
meraih ketiga kelompok ini dengan cara sebagai berikut :
1.
Memproduksi rokok berkualitas tinggi dengan harga
yang wajar bagi perokok dewasa.
Sampoerna berkomitmen penuh untuk
memproduksi sigaret berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi konsumen
dewasa. Ini dicapai melalui penawaran produk yang relevan dan inovatif untuk
memenuhi selera konsumen yang dinamis.
2.
Memberikan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik
kepada karyawan dan membina hubungan baik dengan mitra usaha.
Karyawan adalah aset terpenting
Sampoerna. Kompensasi, lingkungan kerja dan peluang yang baik untuk
pengembangan adalah kunci utama membangun motivasi dan produktivitas karyawan.
3.
Memberikan sumbangsih kepada masyarakat luas.
Kesuksesan Sampoerna tidak terlepas
dari dukungan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam memberikan sumbangsih,
kami memfokuskan pada kegiatan pengentasan kemiskinan, pendidikan, pelestarian
lingkungan, penanggulangan bencana dan kegiatan sosial karyawan.
Misi PT
HM Sampoerna Tbk. adalah menawarkan pengalaman merokok terbaik kepada perokok
dewasa di Indonesia. Hal ini PT HM Sampoerna Tbk. lakukan dengan senantiasa
mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi
harapan mereka.
1.3.2.
Budaya PT HM Sampoerna Tbk
1.
Budaya
perusahaan dalam tubuh sampoerna sudah menjadi spirit d’corps
sampoerna. Dalam kegiatan sehari-hari.
sampoerna. Dalam kegiatan sehari-hari.
2.
Kredibilitas
perusahaan yang terpercaya
1.3.3. Struktur
Organisasi PT HM Sampoerna Tbk
Bentuk
struktur organisasi yang digunakan oleh PT. HM Sampoerna Tbk termasuk pada
bentuk struktur organisasi garis (Line Organization Structure). Struktur
Organisasi Garis yaitu organisasi yang wewenang atasan langsung ditujukan
kepada bawahan, karena bawahan bertanggung jawab langsung kepada atasannya dan
adanya suatu perintah.
Berikut
ini adalah masing-masing bagian yang terdapat dalam struktur organisasi PT. HM
sampoerna Tbk sebagai berikut :
1. RUPS (Rapat
Umum Pemegang Saham)
Rapat umum
pemegang saham berada paling atas struktur organisasi perusahaan, yang biasanya
diadakan setiap setahun sekali pada akhir juni. Didalam rapat tersebut Direksi
berkewajiban memberikan laporan perihal jalannya perusahaan dari tata usaha
keuangan dari tahun buku yang lalu yang harus ditentukan dan disetujui, dan
juga dalam RUPS ini dilakukan penunjukan akuntan publik yang terdaftar.
2.
Dewan Komisaris
Dewan
Komisaris terdiri dari seorang Presiden Komisaris dan dua orang anggota
komisaris. Tugas utama dari Dewan Komisaris yaitu mempunyai wewenang untuk
memberhentikan Direksi Apabila terdapat suatu tibdakan dari direksi yang
bertentangan dengan anggaran dasar dan tujuan dari perusahaan.
3.
Direksi
Direksi
terdiri dari Presiden Direktur dan 2 orang direktur yang secara bersama-sama
mempunyai hak dan wewenang mewakili dan bertindak atas nama Direksi.
4.
Direktur Pelaksana (CEO)
Tugas Direktur
Pelaksana yaitu :
a.
Mengkoordinir
seluruh kegiatan perusahaan termasuk sumber daya manusia (SDM), Administrasi,
pemasaran, manufacturing, litbang dan keuangan.
b.
Memberikan
pengarahan dan petunjuk kepada para pelaksana dan mengawasi keseimbangan antara
wewnang dan tanggung jawab serta memastikan bahwa prosedur kerja di dalam
perusahaan berjalan lancar.
5.
Divisi Sumber Daya Manusia
Divisi ini
terdiri dari :
a.
Personalia
Bagian ini
bertugas melaksanakan system pengolaan dan pemeliharaan administrasi
kepegawaian serta melaksanakan dan memenuhi perijinan dan peraturan yang
berkaitan dengan ketenagakerjaan maupun hukum yang mengatur mengenai
pengelolaan perusahaan.
b.
Rencana
Pengembangan
Bagian ini
bertugas menyediakan system rekrutmen dan seleksi tenaga kerja bagi perusahaan,
menyediakan system pelatihan dan pengembangan SDM dan menyediakan system
evaluasi terhadap SDM.
c.
Kesejahteraan
Bagian ini
bertugas menyediakan system pemberian tunjangan yang sesuai dengan karyawan.
6.
Divisi Administrasi
Divisi ini
terdiri dari Bagian Umum, Hukum, dan Hubungan Masyarakat.Bagian umum bertugas
menyelesaikan pendokumentasian atas dokumen-dokumen penting perusahaan serta
penyusunan daftar hadir. Bagian Hukum bertugas membuat serta mengontrol
terhadap pelaksanaan hukum yan berlaku di perusahaan.
7.
Divisi Pemasaran
Bagian
pemasaran bertugas menganalisa pemasaran, perencanaan, pelaksanaan dan
pengendalian hasil produksi sampai ketangan konsumen. Divisi ini terdiri dari
penelitian pasar, pengendalian merk, pemasaran lapangan, koordinasi penjualan.
8.
Divisi Manufacturing
Divisi ini
terdiri dari bagian Bahan Baku, Produksi, Engineering. Bertugas menyediakan dan
mengontrol bahan baku yang akan diproses sehingga menghasilkan produk yang
diinginkan, mengontrol atas produk yang bsedang diracik sampai produk tersebut
selesai serta mengecek jalannya proses perakitan.
9.
Divisi Litbang
Divisi ini
terdiri dari bagian Laboratorium, Pengembangan Produk, Pengontrolan mutu dan
penelitian dasar.
10.
Divisi Keuangan
Divisi ini
terdiri dari bagian Bendahara, Akuntansi dan EDP. Bagian bendahara bertugas
menangani masalah dana. Bagian akuntansi bertugas menangani pemuatan laporan
keuangan dan aktualisasi. Bagian EDP bertugas memproses data-data yang
berhubungan dengan kegiatan perusahaan, mulai dari menginput data baru,
mengolah dan meyeleksi data yang sudah ada.
1.3.4. Kelebihan dan
Kekurangan Struktur Organisasi yang Dianut PT HM Sampoerna Tbk
Kelebihan
Line Organization Structure, yaitu :
1. Adanya pembagian tugas yang jelas
antara kelompok lini yang melakukan tugas pokok dengan kelompok staf yang
melakukan kegiatan penunjang.
2. Asas spesialisasi yang ada dapat
dilanjutkan menurut bakat bawahan masing-masing.
3. Prinsip “The right man on the right
place” dapat diterapkan dengan mudah.
4. Koordinasi dalam setiap unit kegiatan
dapat diterapkan dengan mudah.
5. Dapat dilakukan dalam organisasi yang
lebih besar (skala besar).
Kekurangan
Line Organization Structure, yaitu :
1.
Pimpinan
lini sering mengabaikan saran atau nasehat dari staf.
2.
Pimpinan
staf sering mengabaikan gagasan-gagasan dari pimpinan lini.
3.
Adanya
kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya.
4.
Perintah
lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua
jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu.
1.4.
Kesimpulan
Pendelegasian
tugas yang jelas dan kerjasama yang baik antara kelompok lini dapat membuat PT
HM Sampoerna Tbk mencapai visi dan misi perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar