Kamis, 28 Januari 2016

PT.BUKIT ASAM


BUKIT ASAM TINGKATKAN EFISIENSI



Latar Belakang 
          Apa itu efektif dan apa itu efisien. Ingat, bahwa “Effectiveness” means doing the right things. “Efficiency” means doing them right. Efektivitas selalu datang lebih dulu ketimbang efisiensi. Baik efektivitas maupun efisiensi mengharuskan perusahaan - maupun pribadi- untuk terus menetapkan target, menganalisa kerja dengan seksama, mengatur prioritas, dan senantiasa berfokus pada apa - apa yang paling bisa berikan dampak atau nilai terbesar untuk setiap waktu yang dihabiskan.
           Perusahaan yang gagal meraih target yang telah ditetapkan tidak bisa disebut sebagai efisien apalagi efektif. Pencapaian target di sini bisa dinyatakan sebagai sebuah indeks obyektif dari efektivitas perusahaan. Artinya begini; tidaklah cukup bagi sebuah perusahaan untuk mencapai tingkatan produksi tertentu, kualitas dan tingkat biaya dari produksi itu sendiri juga perlu dipertimbangkan. Apabila biaya produksi meningkat karena banyaknya ‘bahan bakar’ yang digunakan, dan kualitasnya buruk sehingga kerja tambahan diperlukan, maka pencapaian target tersebut belumlah menggambarkan efektivitas perusahaan. Dan itu juga tak bisa disebut sebagai efisien tentu saja.
         Di dalam organisasi, efektivitas merupakan bahasan yang senantiasa hangat, yang diangkat berdasarkan issue seperti restrukturisasi sumber daya yang tersedia, perubahan teknologi, pemodifikasian iklim dan budaya organisasi dan pengembangan strategi performa karyawan berbasis target. Sementara itu, bahasan efisiensi dalam perusahaan meliputi evaluasi atas segala sumberdaya yang dioperasikan; apa-apa yang jadi ‘bahan bakar’ efektivitas. Ini pada gilirannya akan meliputi pengorganisiran yang lebih baik atas aspek man, material, machine, methods dan money. Seluruh sumberdaya tersebut hanya tersedia dalam jumlah terbatas, sehingga adalah tugas para manajer untuk bisa mendayagunakan semua itu secara optimal dalam waktu yang sependek mungkin.
         Sehingga efektivitas dalam organisasi benar-benar punya kaitan yang amat krusial dengan efisiensi. Untuk semuanya perusahaan perlu secara cermat dan terampil mempelajari kondisi lingkungannya. Maka program-program, kebijakan dan strategi pengembangan sangatlah tergantung pada kondisi ekonomi, teknologi, dan lingkungan sosial serta psikologis. Perusahaan juga perlu miliki pengetahuan yang mendalam tentang kekuatan pasar, fiskal dan kebijakan lain dari pemerintah, kondisi ekonomi nasional dan faktor-faktor lain yang punya pengaruh penting pada efektivitas perusahaan.
           Agar bisa mendapat hasil yang diinginkan, setiap perusahaan harus mengikuti kaidah ekonomi: mencapai target perusahaan dengan pengeluaran sumberdaya dan waktu seminimal mungkin. Kalau dalam konteks pribadi, kaidah ekonominya ya mengatur segala aktivitas agar Anda bisa meraih lebih banyak hal penting dengan sesedikit mungkin waktu dan energi.




LANDASAN TEORI 
       Tujuan akhir dari adanya O&M adalah bagaimana tercipta efisiensi yang berarti pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berjalan lancar sesuai dengan harapan, oleh sebab itu kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan efisiensi itu sendiri.
         Efisiensi adalah Perbandingan terbaik atau rasionalitas antara hasil yang diperoleh (output) dengan kegiatan yang dilakukan dalam penggunaan sumber-sumber & waktu (input). Efesiensi merupakan syarat atau ukuran pelaksanaan kerja yang paling tepat sehingga O&M sebagai bantuan teknis dan praktis dalam pelaksanaan fungsi manajemen bisa berjalan lancar yaitu pemaksimalan manfaat sumber-sumber yang dimiliki.

             Syarat-syarat tercapainya efesiensi:

a       Berhasil guna (efektif)

Kegiatan telah dilaksanakan dengan tepat dalam arti target tercapai sesuai waktu yang ditetapkan tanpa mengabaikan. Dalam usaha pencapaian efektif maka biaya, tenaga kerja, material, peralatan, waktu, ruangan dan lain-lain telah digunakan dengan tepat sesuai dengan perencanaan sehingga tidak terjadi pemborosan, penyelewengan dan korupsi.

b      Pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan

Untuk membuktikan bahwa dalam pelaksanaan kerja benar-benar di buat se objektif mungkin, mencerminkan fakta sesusungguhnya, dengan membuat report-report sebagai bukti pengeluaran pengeluaran yang telah dilakukan.

c       Pembagian kerja yang nyata

Dalam pembagian kerja harus didasarkan pada kemampuan masing-masing individu yaitu benar-benar berdasarkan beban kerja, ukuran kemampuan kerja dan waktu yang tersedia.

d      Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab

Antara wewenang dan tanggung jawab harus terjadi keseimbangan, jangan sampai wewenang lebih besar atau.

e      Prosedur kerja yang praktis

Untuk menegaskan bahwa O&M merupakan kegiatan praktis, maka target efektif dan ekonomis, pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan serta pelayanan kerja yang memuaskanharuslah merupakan kegiatan-kegiatan operasional yang dapat dilaksanakan dengan lancer dan tidak hanya berhenti sebagai konsep-konsep teoritis di atas kertas saja O&M menunjukan kegiatan ilmiah dan praktis yang urutan tahap demi tahap mencerminkan asal pekerjaan, kemana akan diteruskan dan kapan selesainya.
          Cara Meningkatkan efesiensi:

a      Pelaksanaan fungsi manajemen dengan tepat

b      Pemanfaatan sumber-sumber dengan tepat pula

c      Pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi sebagai alat mencapai tujuan
        Pengarahan & Dinamika organisasi untuk pengembangan & kemajuan yang berkesinambungan.



STUDI KASUS 
         PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk atau lebih dikenal dengan nama Bukit Asam adalah Perusahaan Pertambangan yang dimilik oleh Pemerintah Indonesia yang didirikan pada tahun 1950 berhasil melakukan efisiensi melalui pembuatan peralatan penanganan batubara atau coal handling facility (CHF) untuk Dermaga Kertapati, Palembang, Sumatra Selatan yang dilakukan oleh karyawan perseroan. Upaya efisiensi biaya PT Bukit Asam (Pesero) Tbk (PTBA) mampu menghasilkan penghematan hingga Rp75 miliar. Efisiensi itu diraih dengan menciptakan fasilitas penanganan batu bara (coal handling facility/CHF).             
          “Keberhasilan ini secara langsung meningkatkan nilai efisiensi. Sebelumnya, perseroan berhasil meremajakan rotary car dumper atau alat bongkar batubara dari gerbong kereta api yang mampu menghemat biaya operasional hingga Rp 9,4 miliar,” jelas Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono dalam keterangan tertulis, Senin (11/2).
         Joko menegaskan, CHF yang dibuat di bengkel utama Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatera Selatan itu di antaranya berupa sarana untuk penerimaan batubara, penimbunan batubara, serta pemuatan batubara ke kapal atau tongkang.
         Pembuatan CHF dimulai sejak Maret tahun lalu dan selesai pada Februari 2013. Fasilitas itu dioperasikan di Dermaga Kertapati Palembang, Sumatera Selatan. Dalam pembuatan CHF, Bukit Asam melibatkan mitra binaan yang bergerak dalam pembuatan suku cadang pendukung di sekitar perusahaannya melalui program corporate social responsibility (CSR). Sementara itu, Bukit Asam juga menargetkan penyelesaian proyek perluasan pelabuhan di Lampung untuk meningkatkan kapasitas pengiriman batubara dari 13,5 juta ton menjadi 22-25 juta ton per tahun pada 2014.
        Proyek dengan investasi sebesar Rp 1,5 triliun tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan batubara Bukit Asam. Tahun ini, perseroan menargetkan volume penjualan batubara meningkat lebih dari 25% dibandingkan 2012. Tahun lalu, volume penjualan perseroan naik 21% menjadi 16,3 juta ton.
          Joko Pramono pernah mengatakan, perluasan pelabuhan juga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengimbangi penurunan harga komoditas. Dengan penambahan volume di tengah penurunan harga batubara, nilai penjualan Bukit Asam diharapkan tetap optimal.
         Selain itu, Bukit Asam akan meningkatkan nilai tambah (added value) dengan menjual batubara berkalori tinggi. Kontribusi penjualan batubara berkalori tinggi pada 2012 mencapai 35%. Tahun ini, kontribusinya bakal ditingkatkan menjadi 45%.
         Penjualan batubara berkalori tinggi ditujukan untuk pasar ekspor. Negara tujuan ekspor perseroan antara lain Jepang, Taiwan, Tiongkok, dan India. Sementara itu, batubara berkalori rendah dijual di pasar domestik, salah satunya ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
         Sekretaris Perusahaan PTBA Joko Pramono mengatakan pembuatan CHF dilaksanakan bengkel utama PTBA di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Fasilitas itu meliputi sarana penerimaan, penimbunan, dan pemuatan batubara ke kapal atau tongkang.
       “Kami sangat bangga atas prestasi tersebut karena tidak hanya faktor efisiensi biaya, tetapi PTBA juga telah membuktikan karyawannya dalam membuat CHF yang sebelumnya harus didatangkan dari luar negeri. Selama ini, PTBA sejak 1980-an menggunakan CHF buatan Jerman,” ungkap Joko di Bursa Efek Indonesia (BEJ) di Jakarta, kemarin.
         Dalam pelaksanaannya, menurut Joko, PTBA menjalin kerja sama dengan mitra binaan yang bergerak dalam pembuatan suku cadang pendukung. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan kemampuan dan pembinaan yang intensif dari perseroan melalui program kepedulian sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).
          Penciptaan CHF salah satu inisiatif PTBA dalam menghemat biaya. Sebelumnya, PTBA telah berhasil meremajakan rotary car dumper yang dibuat sendiri oleh karyawan bengkel utama PTBA. Perlengkapan itu antara lain alat bongkar batu bara dari gerbong kereta api dengan cara memutar gerbongnya untuk menumpahkan batu bara di Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung.
         Dia menambahkan kemampuan yang dimiliki karyawan utama PTBA, dengan didukung pembinaan mitra yang andal melalui program CSR, membuat PTBA dapat beroperasi lebih efisien. Selain itu, PTBA bisa mengembangkan industri kecil yang menjadi mitra binaan.


Minggu, 22 November 2015

PT HM Sampoerna Tbk

Penguatan Struktur Organisai
Dalam Mewujudkan Visi dan Misi
PT HM Sampoerna Tbk
1.1. Latar Belakang
Manajemen adalah proses dari kegiatan seorang manajer bagaimana mengambil keputusan yang terbaik  melalui kerjasama dengan orang lain tanpa mengabaikan sumber-sumber yang tersedia untuk pencapaian tujuan. Bagi setiap perusahaan fungsi-fungsi manajemen sangat penting untuk diterapkan. Fungsi-fungsi tersebut tidak bisa berjalan jika hanya diterapkan salah satu saja. Karena fungsi-fungsi tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain. Beberapa jenis fungsi manajemen tersebut ialah POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Organizing sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan. Walaupun sebuah perusahaan sudah mempunyai planning yang sangat baik, tetapi jika tidak ada tenaga kerja yang melaksanakannya, maka planning tersebut akan tetap menjadi sebuah rencana yang tidak tercapai.
Perusahaan mempunyai struktur organisasinya masing-masing sesuai dengan kebijakan perusahaan tersebut. Biasanya struktur organisasi berbentuk diagram yang akan mempermudah para pegawai untuk mengetahui dan memahami struktur organisasi tersebut. Dengan adanya struktur organisasi ini, setiap orang dalam organisasi dapat lebih mengetahui bagian-bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap struktur organisasi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hal inilah yang harus diantisipasi oleh setiap perusahaan supaya produktivitasnya tetap optimal.
PT HM Sampoerna PT HM Sampoerna Tbk atau PT Hanjaya Mandala Sampoerna adalah perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Kantor pusatnya berada di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini sebelumnya merupakan perusahaan yang dimiliki keluarga Sampoerna, namun sejak Mei 2005 kepemilikan mayoritasnya berpindah tangan ke Philip Morris International, perusahaan rokok terbesar di dunia dari Amerika Serikat, mengakhiri tradisi keluarga yang melebihi 90 tahun. 
1.2. Landasan Teori
Struktur organisasi dapat diartikan sebagai serangkaian hubungan diantara bidang-bidang kerja maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam suatu kelompok. Performance atau kinerja mempunyai arti sebagai suatu hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Struktur organisasi di masing-masing perusahaan berbeda-beda. Gibson et al.(1996:233) menyatakan, ”Struktur organisasi sama dengan anatomi organisme hidup, berperan sebagai kerangka kerja yang di dalamnya aktivitas dinamis dan cara orang melaksanakan kerja berlangsung”.
Perbedaan struktur tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain strategi yang merupakan sarana dalam mencapai tujuan perusahaan, ukuran yang dilihat dari jumlah orang dalam organisasi tersebut, teknologi organisasi yang merupakan dasar dari subsistem produksi, termasuk proses dalam mengubah input organisasi menjadi output, dan lingkungan yang mencakup setiap elemen di luar lingkup organisasi, seperti industri, pemerintah, pelanggan, pemasok, dan komunitas finansial.
Berdasarkan strukturnya, bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
1.      Organisasi garis
Organisasi garis merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. Organisasi dengan jumlah karyawan sedikit dan pemiliknya merupakan pimpinan tertinggi di dalam perusahaan/organisasi yang mempunyai hubungan langsung dengan bawahannya. Di sini setiap bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang pemimipin serta pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertical ke bawah dengan pendelegasian yang tegas, melalui jenjang hirarki yang ada.
Kebaikan-kebaikan organisasi garis :
a.      Bentuk organisasi sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan.
b.        Pembagian tugas serta tanggung jawab dan kekuasaan cukup jelas.
c. Adanya kesatuan dalam perintah dan pelaksanaan sehingga mempermudah pemeliharaan disiplin dan bertanggung jawab.
d.   Pengambilan keputusan dapat dilaksanakan secara cepat karena komunikasi cukup mudah.
Sedangkan kekurangan-kekurangannya adalah :
a.   Bentuk organisasi tidak fleksibel.
b.   Kemungkinan pemimpin untuk bertindak otokratis besar.
c.   Ketergantungan pada seseorang cukup besar sehingga mudah terjadi kekacauan bila seseorang didalam garis organisasi “hilang”.
2.      Organisasi garis dan staf
Dalam organisasi ini ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi itu, yaitu :
a.   Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis atau lini.
b. Orang yang melakukan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran kepada unit operasional. Orang-orang tersebut disebut staf.
Di dalam organisasi garis dan staf :
1.    Terdapat spesialisasi yang beraneka ragam yang dipergunakan secara maksimal.
2.    Dalam melaksakan pekerjaannya, anggota atau lini dapat menerima pengarahan serta informasi dari staf.
3.    Pengarahan yang diberikan staf dapat dijadikan pedoman bagi pelaksana.
4.    Staf mempunyai pengaruh yang besar dalam pelaksanaan pekerjaan.
3.      Organisasi fungsional
Organisasi dengan bentuk ini merupakan suatu organisasi yang berdasarkan pembagian tugasnya serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh pejabat-pejabatnya. Organisasi ini tidak terlalu menekan hilarki sturtural, tetepai lebih pada sifat dan pungsi yang perlu dijalankan.
4.      Organisasi komite/panitia : pendapat dari sekumpulan orang biasanya akan lebih baik dari pada hasil pemikiran satu orang. Cara yang terbaik untuk menimbulkan kerja sama dari kelompok orang adalah dengan membentuk satu kelompok tetap yang disebut komite.
1.3. Profil Perusahaan
Sejarah dan keberhasilan PT HM Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) tidak terpisahkan dari sejarah keluarga Sampoerna sebagai pendirinya. Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee, seorang imigran asal Cina, mulai membuat dan menjual rokok kretek linting tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya tersebut merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek maupun rokok putih.
Popularitas rokok kretek tumbuh dengan pesat. Pada awal 1930-an, Liem Seeng Tee mengganti nama keluarga sekaligus nama perusahaannya menjadi Sampoerna, yang berarti ”kesempurnaan”.
Bangunan tersebut kemudian juga dijadikan tempat tinggal keluarganya, dan hingga kini, bangunan yang dikenal sebagai Taman Sampoerna tersebut masih memproduksi kretek linting tangan. Bangunan tersebut kini juga meliputi sebuah museum yang mencatat sejarah keluarga Sampoerna dan usahanya, serta merupakan salah satu tujuan wisata utama di Surabaya.
Generasi ketiga keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi perusahaan pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi.
1.3.1. Visi Dan Misi PT HM Sampoerna Tbk
Visi PT HM Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) terkandung dalam “Falsafah Tiga Tangan”. Falsafah tersebut mengambil gambaran mengenai lingkungan usaha dan peranan Sampoerna di dalamnya. Masing-masing dari ketiga ”Tangan”, yang mewakili perokok dewasa, karyawan dan mitra bisnis, serta masyarakat luas, merupakan pihak yang harus dirangkul oleh Sampoerna untuk meraih visi menjadi perusahaan paling terkemuka di Indonesia.
Sampoerna meraih ketiga kelompok ini dengan cara sebagai berikut : 
1.      Memproduksi rokok berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi perokok dewasa.
Sampoerna berkomitmen penuh untuk memproduksi sigaret berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi konsumen dewasa. Ini dicapai melalui penawaran produk yang relevan dan inovatif untuk memenuhi selera konsumen yang dinamis.
2.      Memberikan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik kepada karyawan dan membina hubungan baik dengan mitra usaha.
Karyawan adalah aset terpenting Sampoerna. Kompensasi, lingkungan kerja dan peluang yang baik untuk pengembangan adalah kunci utama membangun motivasi dan produktivitas karyawan.
3.      Memberikan sumbangsih kepada masyarakat luas.
Kesuksesan Sampoerna tidak terlepas dari dukungan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam memberikan sumbangsih, kami memfokuskan pada kegiatan pengentasan kemiskinan, pendidikan, pelestarian lingkungan, penanggulangan bencana dan kegiatan sosial karyawan.
Misi PT HM Sampoerna Tbk. adalah menawarkan pengalaman merokok terbaik kepada perokok dewasa di Indonesia. Hal ini PT HM Sampoerna Tbk. lakukan dengan senantiasa mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi harapan mereka.
1.3.2. Budaya PT HM Sampoerna Tbk
1.      Budaya perusahaan dalam tubuh sampoerna sudah menjadi spirit d’corps
sampoerna. Dalam kegiatan sehari-hari.
2.      Kredibilitas perusahaan yang terpercaya
1.3.3. Struktur Organisasi PT HM Sampoerna Tbk
Bentuk struktur organisasi yang digunakan oleh PT. HM Sampoerna Tbk termasuk pada bentuk struktur organisasi garis (Line Organization Structure). Struktur Organisasi Garis yaitu organisasi yang wewenang atasan langsung ditujukan kepada bawahan, karena bawahan bertanggung jawab langsung kepada atasannya dan adanya suatu perintah.
Berikut ini adalah masing-masing bagian yang terdapat dalam struktur organisasi PT. HM sampoerna Tbk sebagai berikut :
1.      RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
Rapat umum pemegang saham berada paling atas struktur organisasi perusahaan, yang biasanya diadakan setiap setahun sekali pada akhir juni. Didalam rapat tersebut Direksi berkewajiban memberikan laporan perihal jalannya perusahaan dari tata usaha keuangan dari tahun buku yang lalu yang harus ditentukan dan disetujui, dan juga dalam RUPS ini dilakukan penunjukan akuntan publik yang terdaftar.
2.      Dewan Komisaris
Dewan Komisaris terdiri dari seorang Presiden Komisaris dan dua orang anggota komisaris. Tugas utama dari Dewan Komisaris yaitu mempunyai wewenang untuk memberhentikan Direksi Apabila terdapat suatu tibdakan dari direksi yang bertentangan dengan anggaran dasar dan tujuan dari perusahaan.
3.      Direksi
Direksi terdiri dari Presiden Direktur dan 2 orang direktur yang secara bersama-sama mempunyai hak dan wewenang mewakili dan bertindak atas nama Direksi.
4.      Direktur Pelaksana (CEO)
Tugas Direktur Pelaksana yaitu :
a.   Mengkoordinir seluruh kegiatan perusahaan termasuk sumber daya manusia (SDM), Administrasi, pemasaran, manufacturing, litbang dan keuangan.
b.   Memberikan pengarahan dan petunjuk kepada para pelaksana dan mengawasi keseimbangan antara wewnang dan tanggung jawab serta memastikan bahwa prosedur kerja di dalam perusahaan berjalan lancar.
5.      Divisi Sumber Daya Manusia
Divisi ini terdiri dari :
a.   Personalia
Bagian ini bertugas melaksanakan system pengolaan dan pemeliharaan administrasi kepegawaian serta melaksanakan dan memenuhi perijinan dan peraturan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan maupun hukum yang mengatur mengenai pengelolaan perusahaan.
b.   Rencana Pengembangan
Bagian ini bertugas menyediakan system rekrutmen dan seleksi tenaga kerja bagi perusahaan, menyediakan system pelatihan dan pengembangan SDM dan menyediakan system evaluasi terhadap SDM.
c.   Kesejahteraan
Bagian ini bertugas menyediakan system pemberian tunjangan yang sesuai dengan karyawan. 
6.      Divisi Administrasi
Divisi ini terdiri dari Bagian Umum, Hukum, dan Hubungan Masyarakat.Bagian umum bertugas menyelesaikan pendokumentasian atas dokumen-dokumen penting perusahaan serta penyusunan daftar hadir. Bagian Hukum bertugas membuat serta mengontrol terhadap pelaksanaan hukum yan berlaku di perusahaan.
7.      Divisi Pemasaran
Bagian pemasaran bertugas menganalisa pemasaran, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian hasil produksi sampai ketangan konsumen. Divisi ini terdiri dari penelitian pasar, pengendalian merk, pemasaran lapangan, koordinasi penjualan.
8.      Divisi Manufacturing
Divisi ini terdiri dari bagian Bahan Baku, Produksi, Engineering. Bertugas menyediakan dan mengontrol bahan baku yang akan diproses sehingga menghasilkan produk yang diinginkan, mengontrol atas produk yang bsedang diracik sampai produk tersebut selesai serta mengecek jalannya proses perakitan.
9.      Divisi Litbang
Divisi ini terdiri dari bagian Laboratorium, Pengembangan Produk, Pengontrolan mutu dan penelitian dasar.
10.   Divisi Keuangan
Divisi ini terdiri dari bagian Bendahara, Akuntansi dan EDP. Bagian bendahara bertugas menangani masalah dana. Bagian akuntansi bertugas menangani pemuatan laporan keuangan dan aktualisasi. Bagian EDP bertugas memproses data-data yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan, mulai dari menginput data baru, mengolah dan meyeleksi data yang sudah ada.
1.3.4. Kelebihan dan Kekurangan Struktur Organisasi yang Dianut PT HM Sampoerna Tbk
Kelebihan Line Organization Structure, yaitu :
1.      Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melakukan tugas pokok dengan kelompok staf yang melakukan kegiatan penunjang.
2.      Asas spesialisasi yang ada dapat dilanjutkan menurut bakat bawahan masing-masing.
3.      Prinsip “The right man on the right place” dapat diterapkan dengan mudah.
4.      Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan mudah.
5.      Dapat dilakukan dalam organisasi yang lebih besar (skala besar).
Kekurangan Line Organization Structure, yaitu :
1.      Pimpinan lini sering mengabaikan saran atau nasehat dari staf.
2.      Pimpinan staf sering mengabaikan gagasan-gagasan dari pimpinan lini.
3.      Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya.
4.      Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu.
1.4. Kesimpulan
Pendelegasian tugas yang jelas dan kerjasama yang baik antara kelompok lini dapat membuat PT HM Sampoerna Tbk mencapai visi dan misi perusahaan.